Sabtu, 24 Desember 2011

GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA DI SELURUH INDONESIA (TERMASUK DI SELURUH KABUPATEN DAERAH TERTINGGAL )

Oleh: H. Suharyo Husen B.Sc, SE, MBA
Ketua Masyarakat Singkong Indonesia

I. PENDAHULUAN

1. Apa itu Singkong
Singkong adalah tanaman semusim, tanaman berumbi dengan umbi memanjang , besar dan kecil. Umbi singkong ini mengandung pati yang bervariasi tergantung varietasnya. Ada varietas yang mengandung pati tinggi seperti varietas Darul Hidayah dan Manggu, dan ada pula yang mengandung pati rendah terutama yang mengandung HCN tinggi yaitu varietas singkong yang pada umumnya diperuntukan pembuatan bioethanol ( bahan bakar nabati ).
Daun si ngkong pada umumnya berjari dari 5 helai sampai 9 helai ( varietas Darul Hidayah ) dan daun singkongmengandung protein sangat tinggi.

Batang singkong pada umumnya beruas dan tingginya bisa mencapai 6-7 meter. Batang singkong inilah yang pada umumnya dipakai sebagai bibit. Tanaman singkong dapat tumbuh dengan mudah disegala macam tanah.

2. Mengapa Singkong.
Karena singkong memiliki kegunaan atau manfaat yang multiguna/multi manfaat seperti : pangan, pakan, energi. Farmasi, plastikl, kertas dsb. Pada umumnya mudah dibudidayakan dan terdapat diseluruh Indonesia. Dikenal luas oleh penduduk Indonesia. Singkong dapat memberikan pendapatan atau tambahan pendapatan kepada petani.

Singkong adalah komoditas sangat penting didunia , karena banyak yang menjadikannya sebagai makanan pokok ( di Afrika ), terutama disaat kondisi kesulitan pangan. Singkong dapat diolah menjadi pangan pengganti nasi ( tiwul ).

Dalam rangka diversifikasi pangan nasional , salah satu komoditas lokal yang sangat mudah didapat dan mudah dibuat pangan pengganti beras adalah singkong. Dengan mengelola komoditas singkong secara baik dan profesional, akan sangat mudah memproduksi pangan secara masal yang berasal dari komoditas non beras. Hal ini akan semakin mudah lagi karena singkong tersebar keseluruh tanah air dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

3. Dimana Terdapat Singkong.
Singkong dengan mudah diperoleh diseluruh perdesaan Indonesia yang penyebarannya sangat luas , mulai dari Aceh yang paling barat sampai Papua yang paling timur. Apabila kita masuk kedaerah perdesaan di Indonesia selalu kita dengan mudah mendapatkan tanaman singkong. Singkong sudah memasyarakat.

Singkong dapat tumbuh disemua jenis tanah di Indonesia. Boleh dibilang singkong ini adalah tanaman “ bandel “, karena tanpa dikehendaki ditanampun, atau dilemparpun singkong akan tumbuh. Tanaman singkong merupakan jenis tanamansemusim yang tahan terhadap kekeringan, meskipun hasil umbinya dimusim kering relatif kecil, tidak seperti dimusim penghujan, maka singkong tetap “ survive “. Sunggung merupakan anugerah yang luar biasa dari Tuhan Yang Maha Esa.

Singkong dengan mudah didpatkan didaerah pegunungan dan pula didaerah dataran rendah. Singkong memang merupakan tanaman rakyat yang dengan mudah didapatkan dimana saja.
Bahkan diperkotaan sekalipun singkong mudah ditemukan, baik dalam bentuk tanaman, singkong segar, singkong olahan seperti kripik singkong, kueh berbahan singkong : ketimus, comro, misro, goreng singkong, rebus singkong, getuk dan bahkan sudah banyak kue mahal seperti brisis berbahan baku singkong.

4. Manfaat Singkong.
Singkong banyak manfaatnya yaitu untuk bahan pangan pokok , seperti nasi dari singkong ( tiwul ); pangan kudapan (snack) , seperti kripik, berbagai macam kuah basah dan kue kering berbahan baku singkong. Bahkan banyak yang dikonsumsi langsung tanpa pengolahan, seperti goreng singkong dan rebus singkong. Dari pengalam negara yang mengalami peperangan, dimasa sulit, maka singkong banyak dijadikan makanan pokok penduduk, misalnya dimasa penjajahan Jepang, banyak rakyat Indonesia makanan pokoknya adalah singkong.

Singkong merupakan pakan ternak yang pokok, baik merupakan pakan hijau ternak ( daun singkong mengandung protein sangat tinggi ) maupun sebagai bahan pembuat konsentrat berbahan baku singkong.

Akhir-akhir ini, singkong banyak diburu oleh para pengusaha bioethanol, karena komoditi singkong ini adalah salah satu sumber bahan baku pembuatan bahan bakar nabati ( biofuel ) yaitu untuk membuat bioethanol. Mulai dari usaha perorangan yang hanya untuk dipakai sendiri dan dijual sampai perusahaan besar seperti Medco, Sungai Budi Group, dan banyak lagi yang tergabung kedalam APROBI ( Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia ) , semua berlomba berburu singkong untuk keperluan memproduksi bioethanol. Banyka negara dudunia juga memerlukan singkong terutama untuk memproduksi bioethanol, seperti China, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat dan Eropa. Umumnya yang mereka minta dalam bentuk : Chips/saut singkong, Gaplek, dan tepung singkong .

Starch tapioka yang berbahan baku singkong banyak diperlukan oleh pabrik kertas untuk pencampuran dengan bubur kertas untuk memproduksi berbagai macam kertas. Sampai hari ini hampir semua pabrik kertas di Indonesia masih mengimpor starch tapioka dari luar negeri dan umumnya dari Thailand. Impor starch tersebut setiap tahunnya hampir 1 (satu) juta ton. Ini peluang besar bagi para pengusaha dan petani Indonesia untuk dapat membuat starch dari bahan baku singkong yang mudah tumbuh di Indonesia. Ini salah satu tantangan dan peluang bagi Masyarakat Singkong Indonesai (MSI), yaitu satu-satunya organisasi kemasyarakatan yang khusus menangani persingkongan di Indonesia, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan sampai pemasaran.

Pada saat krisis bahan bakar , harga minyak bumi mahal, ditambah lagi banyaknya faktor negatif dari penggunaan plastik berbahan baku minyak fosil, maka banyak negara sedang giat meneliti dan mulai memproduksi plastik organik yaitu degridable plastic dengan bahan baku mulai dari kentang, jagung, tebu, bijia-bijian danumbi-umbian seperti singkong.

Tidak sedikit pula singkong dijadikan bahan lingkup farmasi untuk memprodusi bahan campuran obat, bahan obat, dsb. Memang singkong banyak sekali manfaatnya terutama bagi kehidupan manusia dan ternak.

Meskipun hasilnya relatif kecil tapi para petani tetap menanam singkong baik dihalam sekitar rumahnya maupun dilahan pertaniannya yang kadang-kadang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Hal biasanya dilakukan turun menurun didalam sati keluarga petani.
,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar