Kamis, 29 November 2012

Masyarakat Singkong Indonesia Bermitra dengan Bank Mandiri



Bogor, MSI-News.  Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) kini telah memiliki kebun bibit unggul singkong Manggu dan Darul Hidayah di Gunung Putri, Bogor dengan mendapat bantuan dari Bank Mandiri.  Acara penanaman bibit dikebun percontohan MSI  ini dilaksanakan Rabu 28/11 2012 demikian disampaikan oleh ketua panitia Yoyok Wastoyo.

ketua panitia Yoyok Wastoyo.


Acara ini di awali dengan penancapan bibit singkong Manggu jenis unggul (cassava seeds)  oleh Ketua Masyarakat Singkong Indonesia Suharyo Husen serta pewakilan dari Bank Mandiri Pusat, kemudian dilanjutkan dengan penanaman oleh ketua panitia Yoyok Wastoyo dan anggota Masyarakat Singkong Indonesia bersama-sama staf Bank Mandiri Pusat lainnya.   

Penaaman bibit singkong Manggu (cassaa seeds)  oleh  Suharyo Husen

Sistem pengolahan lahan kebun bibit ini diharapkan dapat dijadikan sebagai percontohan  atau model oleh Masyarakat Singkong Indonesia diseluruh Indonesia. Dan untuk melaksanakan 'Gerakan Nasional  Singkong Sejahtera Bersama ( Gernas SSB)' sangat dibutuhkan dukungan pengusaha dan bantuan perbankan, khususnya Bank Mandiri serta pemerintah Indonesia..  Jangan sampai pengusaha-pengusaha dan investor asing yang menjadi sejahtera karena menanam singkong secara besar-besaran di Indonesia.

Masyarakat Singkong Indonesia dan Bank Mandiri

Dalam sambutan nya pada acara tersebut, Suharyo Husen menyampaikan Visi Misi MSI serta menjelaskan tentang program Gerakan Nasional Singkong Sejahtera Bersama (Gernas SSB).  Suharyo menjelaskan Gernas SSB dilaksanakan dengan Pembangunan Klaster Industri Agro Singkong Terpadu diseluruh Kabupaten termasuk daerah tertinggal.

Ketua Masyarakat Singkong Indonesia H. Suharyo Husen, BSc,SE,MBA

Suharyo menjelaskan  pembangunan klaster industri agro singkong terpadu , ditujukan untuk memberikan Nilai Tambah kepada petani . Produk yang dihasilkan oleh petani adalah Chips Singkong yang bisa disimpan 6 bulan (Kekeringan 12%-13%) , bahkan bisa berbentuk tepung atau mocaf ( modified cassava flour ) yang dapat disimpan sampai 1 tahun.. Tujuan akhirnya adalah mensejahterakan semua pemangku kepentingan singkong dalam lingkup klaster.



Target yang ingin dicapai oleh masing-masing klaster adalah : “ Pendapatan Petani peserta Klaster mencapai antara Rp 5 juta - Rp 15 juta/bulan “. Petani hanya memproduksi dan menjual chips singkong kepada pabrik pembuat mocaf atau memproduksi mocaf..

(cassava seeds)

Pelaksanaan Klaster Pada Tingkat Petani- Setiap petani menanam singkong Darul Hidayah/Manggu, 10 bulan dengan luas 2.500m2/bulan, sehingga setiap bulan akan panen dan mengolahnya secara berkelompok untuk memproduksi chips atau tepung.  (Rhp/MSI)

Masyarakat Singkong Indonesia 2012.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar