INVESTASI PAKET-A SATU KLASTER CHIPS SINGKONG
PENDAHULUAN
1. TUJUAN KLASTER : Memproduksi Chips Kering 12-13 %
2. NILAI INVESTASI : Rp 10 Milyar, yang diperuntukan bagi :
-120 Petani Singkong dengan luas 300 Ha@Rp 32.000.000/Ha ;
-Kebun bibit MSI 20 Ha ;
-Prasarana klaster : jalan klaster, pabrik chips dan kantor KOPSINDO /pengelola
3. KOPESINDO memproduksi chips singkong kering dari singkong yang diproduksi oleh petani peserta klaster,berdasarkan fee dari petani;
4. PT. AKPI Maju Bersama bertugas memasarkan Chips berdasarkan fee dari KOPESINDO.
5. Dasar kerjasama : MOU Investor-MSI
PENDANAAN & BAGI HASIL
PENDANA : Investor (5 tahun)
SISTEM : Bagi Hasil
TH.1 : Masa Penanaman dan Pemeliharaan/panen tanaman tumpang sari ( jagung ),utk.petani;
TH.2 : Masa Produksi dan mulai bagi hasil (Investor 70% : Petani 30% );
TH.3 -5 :Bagi Hasil ( Investor 30% : Petani 70%)
ASUMSI
1 (Satu) Klaster : 330 Ha
- 300 Ha untuk petani;
- 20 Ha untuk pembibitan
- 10 Ha untuk prasarana jalan , pabrik , gudang dan kantor
1 (Satu) KK Petani : 2,5 Ha
Jumlah petani : 120 KK ( 4 orang/KK )
Varietas singkong : Darul Hidayah atau Manggu yang produksivitasnya 100 ton/Ha atau 32 ton chips/Ha dengan kekeringan 12%-13% ( rendemen 30% dari singkong basah ke Chips kering );
Biaya produksi 32 ton chips kering dari 1 Ha lahan sebesar : Rp 32.000.000,-
Pembeli Chips : PT Indofood Sukses Makmur Tbk (sudah ada MOU antara MSI dgn Indofood)
BIAYA PRODUKSI CHIPS KERING PER HEKTAR BULAN KE-11 S/D KE-20
1. Sewa lahan 1 Ha 5 tahun : 5 x Rp 1 jt =Rp 5 jt.
2. Sewa traktor untuk 1 Ha : Rp 2 juta
3. Bibit 10.000 x Rp 500 = Rp 5 juta
4. Upah tanam 10.000xRp100 = Rp 1 juta
5. Pupuk organik 10 ton xRp 700 ribu=Rp7 juta
6. Obat pertanian = 1 kg x Rp 200.000=Rp200 ribu
7. Upah panen 10.000xRp 300= Rp 3 juta
8. Biaya alat slicer dan pengering 1 Ha = Rp 7 juta
9. Management MSI termasuk transportasi pemasaran =
Rp 1,8 juta/Ha
10. TOTAL BIAYA PRODUKSI : Rp 32 juta/Ha
PENERIMAAN PETANI DAN INVESTOR BULAN KE 11- KE 20
PETANI :
-120 petani dalam 1 klaster akan menanam 30 Ha/bulan.
-Pada bulan ke-11 akan mulai panen : 30 x 100 ton singkong = 3000 ton singkong atau 1.000 Ton Chips singkong kering 12-13%.
- Nilai jual 1000 ton chips x Rp 2000 = Rp 2 M
-Penerimaan kotor Rp 2 M – Rp 1 M (biaya produksi)=Rp 1 M.
-Pendapatan Petani 30%xRp1M = Rp 300 juta/120 petani atau Rp Rp 2,5 juta/petani/bulan.
INVESTOR :
-Pengembalian investasi RP 1 M/bulan (biaya produksi)
-Pendapatan 70%xRp 1 M = Rp 700 juta/bulan (10% untuk MSI)
BIAYA PRODUKSI CHIPS PER HEKTAR BULAN KE21-KE60
1. Sewa lahan : Rp 0
2. Sewa Traktor : Rp 2 juta/Ha
3. Bibit singkong : Rp 0 (pakai bibit sendiri)
4. Pupuk organik 50% : Rp 4 juta
5. Obat pertanian 1 Kg : Rp 0,3 juta
6. Upah tanam : Rp 2 juta
7. Upah Panen : Rp 4 juta
8. Biaya alat slicer & dryer : Rp 0 ( bln. ke 20 sudah lunas)
9. Biaya Mgn & pemasaran : Rp 1,8 juta
TOTAL BIAYA PRODUKSI : RP 14,1 JUTA/Ha
PENERIMAAN DAN PENDAPATAN PETANI DAN INVESTOR bulan ke-21-60
1. PENERIMAAN PER BULAN :
-Dari lahan 30 Ha a’100 Ton singkong = 3000 Ton singkong atau 1000 Ton Chips kering 12-13% a’Rp 2.000/Kg = Rp 2 M
- Biaya produksi Chips a’Rp14,5juta/Ha = 30 Ha x Rp 14,1 juta = Rp 423 juta/bulan.
- Penerimaan: Rp 2 M – Rp 423 juta = Rp 1,577 M
2. PENDAPATAN :
- Petani : 70%xRp 1,577 M = Rp 1,104 M/120
petani atau Rp 9,2 juta,-/petani/bulan
- Investor : 30% x Rp 1,577 M = Rp 473,1 juta/bulan
( 10% untuk MSI ).
PENERIMAAN KOPERASI PETANI SINGKONG INDONESIA (KOPESINDO)/BULAN
PENERIMAAN :
1. KOPESINDO menerima pendapatan dari para petani sebagai fee.
2. Untuk bulan ke 11 – ke 20:
- KOPESINDO akan menerima Rp 100/Kg Chips, maka untuk 1000 Ton Chips/bulan dari lahan 30 Ha/bulan
= 1000 Ton x Rp 100 = Rp 100 juta/bulan (Rp 50 juta/bln fee pemasaran AKPI )
3. Untuk bulan ke 21 – ke 60 :
- KOPESINDO akan menerima Rp 300/Kg Chips,maka untuk 1000 Ton Chips/bulan = 1000 Ton x Rp300/Kg = Rp 300 juta/bulan ( Rp 100 juta/bln fee pemasaran AKPI)
PENDAPATAN PT. AKPI MAJU BERSAMA
FEE JASA PEMASARAN ;
1. PT. AKPI menerima fee dari KOPESINDO sebagai jasa pemasaran ( sesuai MOU antara MSI dengan PT. AKPI ).
2. Untuk bulan ke-11 s/d ke-20 , PT. AKPI akan menerima Fee dari Kopesindo Rp 50/kg , maka untuk 1 bulan akan diterima : 1000 Ton Chips x Rp 50/Kg = Rp 50 juta/bulan (10% untuk MSI)
3. Untuk bulan ke-21 s/d ke-60, PT.AKPI akan menerima Fee dari Kopesindo Rp 100/kg, maka untuk 1 bulan akan diterima : 1000 Ton Chips x Rp 100/Kg = Rp 100 juta/bulan (10% untuk MSI)
-------
Semua Investor yang berminat dibuatkan MOU dengan MSI Pusat (Koordinator Invstasi MSI ) dan diketahui oleh Ketua Umum MSI.
Salam MSI,
H. Suharyo Husen BSc, SE, MBA
Ketua Umum DPN MSI
Masyarakat Singkong Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Cassava Chips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cassava Chips. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 April 2013
Paket Investasi Klaster Chips Cassava (PAKET-A)
Label:
Cassava Chips,
investasi,
paket-A,
program msi,
singkong
Sabtu, 15 Desember 2012
IMPOR SINGKONG PELUANG EMAS BAGI MSI DAN INDONESIA
IMPOR SINGKONG PELUANG MOTIVASI MASYARAKAT SINGKONG INDONESIA (MSI) DAN PEMERINTAH INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING SINGKONG INDONESIA: KUALITAS DAN KUANTITAS.
I. LATAR BELAKANG
1. INDONESIA IMPORTIR SINGKONG TERBESAR
Kamis 13 Desember 2012. Metrotvnews.com, Jakarta, memberitakan selama bertahun-tahun Indonesia menjadi importir singkong terbesar dibandingkan negara-negara lain. Hal tersebut disampaikan pengamat pertanian Bustanul Arifin.
Menurut data yang dirilis oleh Thai Tapioka Trade Organization (TTTO), Indonesia mengimpor singkong dari Thailand sebesar dua juta ton. Menurut Bustanul, itu membuktikan kurangnya peran pemerintah untuk mengawasi sektor pertanian, dalam meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Padahal, sebenarnya Indonesia mampu memproduksi singkong 28 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Thailand yang hanya memproduksi 26 juta ton.
Akan tetapi, menurut Bustanul, penyebab impor adalah besarnya kebutuhan sektor industri yang menggunakan bahan baku singkong. Pemerintah, kata Bustanul, harus segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi pangan dalam negeri. Selama ini singkong hanya dihargai rendah. Pada saat panen, harga jatuh. Ini membuat para petani tidak bergairah menanam singkong.(DNI)
2. PERKEMBANGAN SINGKONG DI INDONESIA
2.1 Menurut Data BPS luas area tanaman singkong tahun 2011 tercatat 1,2 juta Ha dengan produksi 23 juta ton singkong segar setara dengan 8 juta ton chips singkong atau 6,4 juta ton tepung singkong.
2.2 Industri kecil, menengah, dan besar berbahan baku singkong terus tumbuh sampai mereka kesulitan bahan baku sudah berjalan cukup lama, terutama di Lampung dan Jawa Barat;
2.3 Singkong sebagai bahan pangan pokok alternatif mendukung diversifikasi pangan nasional telah masuk ke jajaran Kadin Indonesia, menjadi salah satu komoditas strategis pangan nasional.
2.4 Mulai 28 Febuari 2010 telah berdiri Masyarakat Singkong Indonesai (MSI) dengan Visi Singkong Sejahtera Bersama , dengan Misi Mensejahterakan petani.
2.5 Tanggal 28 Februari 2011 pada HUT MSI I di Pondok Ratna Farm Ciawi Bogor, Menteri Pertanian RI bersama Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah mencanangkan program : “PENGEMBANGAN KLASTER AGROINDUSTRI SINGKONG TERPADU”
2.6 Tanggal 28 Febuari 2012 di Pandeglang, Banten dalam rangka hut MSI ke-2, Menteri Perindustrian RI dan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah mencanangkan : “GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTER BERSAMA (GERNAS SSB) 2012-2016“.
2.7 Sampai Desember 2012 telah terbentuk 25 MSI Provinsi dan 75 MSI Kabupaten/Kota yang siap melaksanakan Gernas SSB 2012-2016.
2.8 Dewan Pimpinan MSI Nasional telah mengirim surat kepada Menko Perekonomian RI dan Ketua Komisi IV DPR RI untuk :
2.8.1. Menetapkan singkong sebagai komoditas strategis pangan utama setingkat dengan padi, jagung dan kedelai
2.8.2. Tepung singkong dibebaskan dari pengenaan PPN 10% atau PPN 10% ditanggung oleh pemerintah
2.8.3. Dukungan kepada Menteri BUMN untuk mengucurkan CSR dari BUMN untuk mendukung pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016 untuk memproduksi tepung singkong sebanyak :
a. Tahun 2013 memproduksi 1,2 juta ton tepung singkong
b. Tahun 2014 memproduksi 2,4 juta ton tepung singkong
c. Tahun 2015 memproduksi 4,8 juta ton tepung singkong
d. Tahun 2016 memproduksi 9,6 juta ton tepung singkong
2.9 Dewan Pimpinan Nasional MSI telah mengirim surat dan program GERNAS SSB 2013-2016 kepada menteri BUMN RI untuk mohon dukungan dana CSR dari BUMN untuk pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016.
2.10 Berdasarkan dukungan dana CSR dari BUMN tersebut pada butir 2.9. dan perkiraan hasil pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016 seperti pada butir 2.8. tersebut diatas, mulai tahun 2013-2016 Indonesia akan dapat mengurangi import gandum sekitar 20-40%. Maka akan terjadi penghematan devisa negara.
2.11 Dengan adanya import singkong yang semakin meningkat sampai mencapai sekitar 2 juta ton tahun 2012, merupakan peluang emas bagi MSI dan Pemerintah Indonesia untuk memotivasi peningkatan produksi tepung berbahan baku singkong (Tapioca Starch, Cassava Flour dan Mocaf) melalui pelaksanaan program GERNAS SSB 2013-2016 diseluruh Indonesia.
2.12 Dengan berhasilnya pelaksanaan GERNAS SSB 2013-2016 diharapkan mulai tahun 2013-2016 dan seterusnya Indonesia akan menjadi exportir tepung singkong terbesar (Tapioca Starch, Cassava Flour dan Mocaf). Singkong akan menjadi pemasuk devisa bagi negara.
II. SINGKONG DAN TEPUNG SINGKONG
III. GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA (GERNAS SSB)
1. Untuk mencapai Singkong Sejahtera Bersama (SSB), maka Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) telah meluncurkan kegiatan Proyek : “ PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI AGRO SINGKONG TERPADU “.
2. Melalui Pengembangan Klaster ini, para petani peserta Klaster dilatih mengolah singkong untuk menghasilkan produk setengah jadi ( chips, gaplek, tepung singkong , mocaf, tapioka dsb) sebagai bahan baku industri lanjutan atau industri derivatif, sehingga petani hanya menjual barang-barang setengah jadi tersebut
3. Ditargetkan tahun 2016 petani singkong di Indonesia tidak menjual singkong segar lagi dan tidak lagi mempermasalahkan “ harga singkong rendah “, tapi yang menjadi acuan petani “ harga chips singkong kering.
4. Berdasarkan program Klaster tersebut, maka Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) mulai tahun 2012 meluncurkan : “ GERAKAN NASIONAL SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA ATAU GERNAS SSB “ , Phase I , 5 Tahun , mulai tahun 2012 -2016,dengan target :
4.1 Th. 2012 (Februari) : Sosialisasi GERNAS SSB keseluruh Kab/Kota yang telah ada MSI-nya (16 Propinsi dan 50 Kabupaten).
4.2 Tahun 2013 : Pelaksanaan Pilot Proyek di 50 Kabupaten/Kota sebanyak 150 Klaster atau 3 klaster per Kabupaten/Kota, yaitu masing-masing , 1 klaster Petani, 1 klaster buruh tani dan 1 klaster pemuda/pemudi tani . Total biaya 150 klaster a’Rp 20 Milyar/klaster = Rp 3 Triliyun ( CSR BUMN) dengan melibatkan 18.000 KK petani atau 72.000 orang ( 1 KK = 4 orang, bapak, ibu dan 2 anak ). 150x300 Hax100 T=4,5 juta ton singkong segar= 1,5 juta chips singkong = 1,2 juta ton Tepung Singkong
4.3 Tahun 2014 : Pelaksanaan Proyek 300 klaster (ada penambahan 150 klaster dengan biaya tambahan Rp 3 Triliyun ( CSR BUMN phase ke-2 ) di 50 Kabupaten/kota di 16 propinsi, melibatkan 36.000 KK petani atau 144.000 orang. Produksi : 300x300Hax100 Ton = 9 juta ton singkong = 3 juta ton chips Singkong = 2,4 juta ton setara tepung singkong.
4.4 Tahun 2015 : Perluasan MSI ke 17 Propinsi lainnya, sehingga menjadi 33 propinsi, dengan pelaksanaan proyek 600 Klaster , biaya dari pengembanlian CSR pase-1 , dengan melibatkan 72.000 KK petani atau 288.000 orang diseluruh Kabupaten/Kota yang telah ada MSI-nya di 33 Provinsi. Produksi : 600x300x100ton=18 juta ton singkong= 6 juta ton chips = 4,8 ton setara tepung singkong.
4.5 Tahun 2016 : Diteruskan melaksanakan 1.200 Klaster a’ 300 ha/klaster dengan melibatkan
144.000 KK atau 576.000 orang. Biaya dari pengembalian CSR pase ke-2 oleh petani peserta terdahulu.
4.6 Pada tahun 2016 tersebut akan dihasilkan singkong Darul Hidayah atau Manggu sebanyak 1.200 Klaster x 300 ha x 100 ton/ha = 36 juta ton singkong basah atau setara dengan 12 juta ton chips singkong Setara dengan 9,6 juta tong tepung singkong/Mocaf.
4.7 Apabila harga chips a’Rp 2.000/Kg, maka akan ada uang beredar sekitar Rp 24T ditambah peredaran uang dari hasil penjualan 9,6 juta ton mocaf (1 kg chips = 0,8 kg mocaf) a’ Rp 3.500/kg sekitar Rp 33,6 T. Sehingga total uang beredar pada akhir GERNAS SSB (thn 2016) akan mencapai Rp 57,6 T.
4.8 Jadi pada tahun th.2016 dana beredar di lingkup petani peserta klaster di seluruh Kabupaten/Kota di 33 Provinsi sebesar Rp 57,6 Triliyun (dari dana awal Rp 6 Triliyun) dan dapat mensejahterakan 144.000 KK petani atau 576.000 jiwa ( 1 KK petani terdiri 4 orang, ayah, ibu dan 2 anak).
Dengan dicanangkannya Gerakan Nasional Singkong Sejahtera Bersama ( GERNAS SSB ) phase I, 2012-2016, maka penanganan singkong diseluruh tanah air secara profesional akan dapat mensejahterkan rakyat Indonesia dan Ketahanan Pangan Nasional semakin kuat. Apabila seluruhnya memproduksi mocaf akan dihasilkan 9,6 juta TON MOCAF dan sebagian dapat dicampur dengan tepung terigu sehingga dapat mengurangi impor gandum. Penghematan devisa nasional. Sisa mocaf untuk expor.
GERNAS SSB phase I, 2012-2016 dengan biaya Rp 6 Triliyun menjadi Rp 57,6 T dan secara kumulatif 2013-2016 dapat mensejahterakan 270.000 KK petani atau 1.080.000 jiwa ( 1 kk terdiri dari 4 orang : ayah, ibu dan 2 anak ). Belum termasuk multiplier effect dari bisnis singkong dan produk sampingannya (bibit, pakan ternak dan pupuk organik), diperkirakan akan mensejahterakan diatas 3 juta orang dan uang beredar akan mencapai lebih dari Rp 100 Triliyun.
Bogor, 15 Desember 2012
Masyarakat Singkong Indonesia
Dewan Pimpinan Nasional (DPN)
Ketua Umum
H. SUHARYO HUSEN, BSC, SE, MBA
Label:
Cassava Chips,
gaplek,
Gernas SSB,
klaster agroindustri singkong terpadu,
masyarakat singkong Indonesia,
Mocaf,
msi,
singkong,
suharyo husen,
tapioka,
tepung singkong
Rabu, 14 November 2012
Produk Unggulan Singkong hadir di PRUKAB Investment Day
Kementerian Pembangunan Daerah Tertingga (KPDT) menyelenggarakan PRUKAB Investment Day dari tanggal 13 - 18 Nov 2012 di Museum Nasional, Jl. Medan Merdeka Barat 12 Jakarta.
Rangkaian acaranya terdiri dari Pameran,Temu Bisnis, Seminar, Pagelaran Budaya Seni, Wisata Kuliner dan Lomba Paduan Suara tingkat SMP-SMA.
![]() |
| Pembuakaan dan Sambutan oleh Menteri PDT Helmy Faishal Zaini |
Sebanyak 183 Kabupaten daerah tertinggal memamerkan produknya, tak ketinggalan produk unggulan dan aneka makanan yang terbuat dari singkong dan sorgum di pamerkan pada Stand Masyarakat singkong Indonesia.
![]() |
| Stand Masyarakat Singkong Indonesia - Prukab |
Pameran Produk Unggulan Kabupaten yang salah satunya adalah produk-produk singkong merupakan suatu trobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah tertinggal antara lain: gaplek, tepung singkong, tapioka, Mocaf (modified Cassava Flour) dan lain-lain.
![]() |
| Ketua MSI. Suharyo Husen dan Produk unggulan dari singkong |
PRUKAB Investment Day Diselenggarakan dalam rangka mendukung dan mengenalkan Prukab kepada khalayak dan menarik dunia usaha untuk invetasi di Daerah Tertinggal
![]() |
| Aneka makanan (Cassava Cake) yang terbuat dari singkong MSI-Prukab |
Kementrian PDT RI menghimbau "Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air dan bangsa dimulai dari membangun Daerah!"..
Dan pada talk show yang diadakan dalam acara tersebut telah dipromosikan GERNAS SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA (GERNAS SSB) UNTUK MENSEJAHTERAKAN PETANI. Oleh Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) H. Suharyo Husen B.Sc, SE, MBA.
Datang dan kunjungingilah Kabupaten serta jangan lupa mampir ke Stand Masyarakat Singkong Indonesia. (Rhp/MSI).
Label:
cassava,
Cassava Cake,
Cassava Chips,
Gernas SSB,
masyarakat singkong Indonesia,
Mocaf,
Modified Cassava Flour,
msi,
news,
PRUKAB,
singkong,
tapioka
Selasa, 03 Januari 2012
Selasa, 20 Desember 2011
Cassava Industry in ASEAN
Here’s a list of popular culinary uses of cassava in the Philippines.
There are two kinds of cassava; the bitter and the sweet. Bitter cassava are used as source of flour that are use to make tapioca, bread, cakes and pasta. It is also the source of ethanol for fuel and animal feeds. It has some medicinal uses too.
Cassava is the
third largest source of carbohydrates for human food in the world. This article will focus on the culinary uses of sweet cassava. Especially now that the price of rice had gone so high and some countries are experiencing rice crisis, like the Philippines. Cassava is the best alternative. Cassava is much cheaper than rice and can be prepared in several ways as a food.
Cassava
Cake
Grated cassava are mixed with condensed milk, evaporated milk, coconut milk, sugar, eggs and grated coconut and then baked for about 25 minutes. Toppings are added consist of egg yolks, condensed milk, coconut milk and coconut cream and then baked again for another 25 minutes. This is a Filipino favorite desert.
Cassava Bibingka
It is cook by mixing the eggs, sugar, evaporated milk, grated cassava, butter then pour into a greased pan lined with banana leaves or cookie
sheet. Coconut milk with flour and condensed milk are then added. Followed by egg yolks pour over baked bibingka and sprinkled with grated cheese and broil till golden brown.
Cassava Pudding
Packets of cassava is mixed with evaporated milk, sweetened young string coconut, condensed milk, and butter and baked for an hour.
Cassava Chips
Cassava chips are prepared by slicing thinly the cassava in uniform manner and deep fried and then soaked into a mixture of water and sugar, drained and fried again. There you have it, fresh and nutritious cassava chips.
Sweetened Cassava (Minatamis na Kamoteng Kahoy)
Sweetened cassava is so easy to prepare. Peel and slice the cassava according to your style, caramelized sugar in the pan then pour sliced cassava and wait until all liquid evaporated. It’s done, so easy.
Boiled Cassava
Simply peel the cassava and cut them according to your desired size and boil it and serve it with your favorite dish or dishes. It can also serve as a snack by dipping it in sugar.
Fried Grated Cassava
This is one of the easiest and affordable ways of cooking cassava. Peel and grate the cassava add sugar and mix well. Pour some cooking oil in the pan, put one cup of grated cassava and flattened it after a few minutes turn the other side until golden brown.
Cassava Balls (Bola-Bolang Kamoteng Kahoy)
Just mix grated cassava, salt, flour, chopped spring onions and dice carrots (optional) and deep fry. Serve with sauce, it’s done.
Mashed Cassava (Nilupak Na Kamoteng Kahoy)
Cassava For Energy
China imports 98% of cassava production from Thailand to produce biofuel, the US uses 16% of the world's corn supply - enough to feed 350 million people - to produce ethanol only to be burned in its SUVs. Al Gore , who once supported the policy of ethanol production, now calls it a mistake because the rush for biofuel is driving the food prices . The Food and Agriculture Organization ( FAO )) has asserted that food prices have gone up by 15% during October 2010-January 2011 alone, bringing additional 45 million people below poverty line. The soaring food prices are the cause of political turmoil in Algeria, Egypt and Bangladesh. My intention is not to make a case against production of nukes and biofuel.
This is about 0.2% of the world's total GDP and is well within the capability of G20 nations that account for about 90% of world's GDP. If rich nations are really serious in saving the planet, some sacrifice needs to be made by them. This is the only way to reduce our dependence on fossil-based energy. The last four Conference of Parties - Bali (2007), Poznan (2008), Copenhagen (2009) and the latest at Cancun (2010) - have not achieved anything worthwhile .
There are two kinds of cassava; the bitter and the sweet. Bitter cassava are used as source of flour that are use to make tapioca, bread, cakes and pasta. It is also the source of ethanol for fuel and animal feeds. It has some medicinal uses too.
Cassava is the
third largest source of carbohydrates for human food in the world. This article will focus on the culinary uses of sweet cassava. Especially now that the price of rice had gone so high and some countries are experiencing rice crisis, like the Philippines. Cassava is the best alternative. Cassava is much cheaper than rice and can be prepared in several ways as a food.Cassava
CakeGrated cassava are mixed with condensed milk, evaporated milk, coconut milk, sugar, eggs and grated coconut and then baked for about 25 minutes. Toppings are added consist of egg yolks, condensed milk, coconut milk and coconut cream and then baked again for another 25 minutes. This is a Filipino favorite desert.
Cassava Bibingka
It is cook by mixing the eggs, sugar, evaporated milk, grated cassava, butter then pour into a greased pan lined with banana leaves or cookie
sheet. Coconut milk with flour and condensed milk are then added. Followed by egg yolks pour over baked bibingka and sprinkled with grated cheese and broil till golden brown.Cassava Pudding
Packets of cassava is mixed with evaporated milk, sweetened young string coconut, condensed milk, and butter and baked for an hour.
Cassava Chips
Cassava chips are prepared by slicing thinly the cassava in uniform manner and deep fried and then soaked into a mixture of water and sugar, drained and fried again. There you have it, fresh and nutritious cassava chips.
Sweetened Cassava (Minatamis na Kamoteng Kahoy)
Sweetened cassava is so easy to prepare. Peel and slice the cassava according to your style, caramelized sugar in the pan then pour sliced cassava and wait until all liquid evaporated. It’s done, so easy.
Boiled Cassava
Simply peel the cassava and cut them according to your desired size and boil it and serve it with your favorite dish or dishes. It can also serve as a snack by dipping it in sugar.
Fried Grated Cassava
This is one of the easiest and affordable ways of cooking cassava. Peel and grate the cassava add sugar and mix well. Pour some cooking oil in the pan, put one cup of grated cassava and flattened it after a few minutes turn the other side until golden brown.
Cassava Balls (Bola-Bolang Kamoteng Kahoy)
Just mix grated cassava, salt, flour, chopped spring onions and dice carrots (optional) and deep fry. Serve with sauce, it’s done.
Mashed Cassava (Nilupak Na Kamoteng Kahoy)
Cassava For Energy
China imports 98% of cassava production from Thailand to produce biofuel, the US uses 16% of the world's corn supply - enough to feed 350 million people - to produce ethanol only to be burned in its SUVs. Al Gore , who once supported the policy of ethanol production, now calls it a mistake because the rush for biofuel is driving the food prices . The Food and Agriculture Organization ( FAO )) has asserted that food prices have gone up by 15% during October 2010-January 2011 alone, bringing additional 45 million people below poverty line. The soaring food prices are the cause of political turmoil in Algeria, Egypt and Bangladesh. My intention is not to make a case against production of nukes and biofuel.
This is about 0.2% of the world's total GDP and is well within the capability of G20 nations that account for about 90% of world's GDP. If rich nations are really serious in saving the planet, some sacrifice needs to be made by them. This is the only way to reduce our dependence on fossil-based energy. The last four Conference of Parties - Bali (2007), Poznan (2008), Copenhagen (2009) and the latest at Cancun (2010) - have not achieved anything worthwhile .
- The Philippine Energy Plan. The President's Energy Plan aims to make the country 60% energy independent by 2010. Promotion of alternative fuels, including biodiesel and bioethanol, is one of the five components of the plan
- The Biofuel Act of 2006 (THE PHILPPINE)
a) Mandates a minimum 1% biodiesel blend into all diesel engine fuels, which increases to 2% after two years.
b) Mandates a minimum 5% bioethanol blend into all gasoline fuel distributed and sold in the country within two years, going up to 10% after 4 years. (source: Philippine DOE)
c) Investments will go into land for marginalized landless farmers who are supposed to benefit from the opportunity to grow biodiesel feedstocks including sugar cane, cassava, maize, soybeans and jatropha.
Langganan:
Postingan (Atom)







